Proses Pembentukan Bintang


 

Salam Jumpa, semoga Anda selalu sehat, semangat, dan senang hati.

Pernahkan Anda memandang dalam kegelapan malam saat langit tak berbintang? Apa yang Anda dapat lihat? Apakah berbeda dengan langit yang berbintang?

 

Apakah bintang itu?

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya. Perlu diperhatikan bahwa 'bintang semu' berita bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang.

Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:

Semua masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak menghasilkan energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan bumi adalah matahari pada jarak sekitar 149.680.000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Sentaurus yang berjarak sekitar empat tahun cahaya.


Pembentukan Bintang

Bintang terbentuk di dalam awan molekul; yaitu sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (meskipun masih kurang rapat jika dibandingkan dengan sebuah ruang vakum yang ada di Bumi). Awan ini kebanyakan terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Elemen komposisi dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang pada saat awal alam semesta.

Gravitasi mengambil peran sangat penting dalam proses pemesanan bintang. Pembentukan bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam molekul awan yang dapat memiliki massa ribuan kali Matahari. Ketidakstabilan ini sering kali dipicu oleh gelombang kejut dari supernova atau tumbukan antara dua galaksi. Sekali sebuah

 

wilayah mencapai kerapatan materi yang cukup memenuhi syarat penerapan instabilitas Jeans, awan tersebut mulai runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri.

Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu molekul awan yang besar, kemudian terpecah menjadi konglomerasi individu. Hal ini didukung oleh pengamatan di mana banyak bintang yang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.

Begitu awan runtuh, akan terjadi konglomerasi individu dari debu dan gas yang padat yang disebut sebagai globula Bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali Matahari. Runtuhnya globula kian bertambahnya kerapatan. Pada proses ini peraturan energi yang diubah menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat. Ketika awan

protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Bintang pra deret utama ini sering kali bersama oleh piringan protoplanet. Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di inti 'terbakar' menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti bintang menyuplai energi yang cukup untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.

 dikutip dari  https://id.wikipedia.org/wiki/Bintang



Related

Pembelajaran 2062564417553298013

Post a Comment

emo-but-icon

Follow us !

Blogger news

Terbaru

Investasi

Trending

Arsip Berita

Tayangan

Tabs

item